Monday, June 4, 2007

Perlu Les Privatkah Si Kecil?

Perlu Les Privatkah Si Kecil?

Beban pelajaran sekolah kian tinggi. Sementara banyak orangtua tak siap menjadi guru bagi putra-putrinya, apalagi yang bekerja. Tak pelak, les privat jadi pilihan. Tapi benar-benar perlukah?

Tergantung Masalahnya
Setiap individu, tegas Dra. Nurbiana Dhieni, Mpsi adalah unik. Begitu halnya dalam belajar. Masing-masing anak berbeda dalam menyerap pelajaran yang diterimanya. Itu sebabnya, dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat memenuhi tuntutan perbedaan individu tersebut. Di negara-negara maju sistem pendidikan bahkan dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat dengan bebas memilih pola pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya. Di Indonesia? Sayang belum menerapkan sistem seperti itu. Orangtualah yang sibuk mencari berbagai cara untuk mendorong anaknya jadi pintar dan berprestasi di sekolah. Salah satu caranya ya dengan les privat untuk pelajaran-pelajaran di sekolah. Nurbiana menambahkan guru les privat yang akan memberikan pelajaran tambahan kepada anak juga harus tahu dan mencari tahu masalah calon anak didiknya. Sehingga sang guru akan bisa menyesuaikan materi yang ia ajarkan.

Tips Memilih Guru Les Privat Anak
Orangtua harus menyeleksi guru privat yang akan mengajar anaknya.
Guru tersebut harus benar-benar kompeten di bidangnya.
Guru les privat itu harus benar-benar guru yang pernah mendapatkan pendidikan guru.
Hal ini penting agar guru dapat mengerti perkembangan jiwa anak.
Orangtua harus melihat kepribadian guru tersebut, sebab untuk menangani anak, guru harus supel dan tidak kaku.
Anak tidak harus mengenal guru les privat sebelumnya, tetapi guru harus mengenal anak dan membuat anak merasa nyaman. Jika kondisi ini sudah tercipta, maka anak menjadi enjoy dan tidak menganggap bahwa les itu sebagai suatu yang menyebalkan.
Sebaiknya guru jangan langsung memberikan materi pada anak. Tetapi harus masuk ke jiwa anak dahulu, agar bisa mengerti masalah dan kebutuhan anak serta cara menangani anak. Setelah anak merasa dekat, baru guru dapat memberikan materi.

Komentar Anak

Johan (14 thn) Perlu banget pelajaran tambahan itu apapun bentuknya. Dengan begitu, aku bisa nanya pelajaran-pelajaran yang sulit. Kalau di kelas kan waktunya terbatas. Nah, tempat untuk bertanya-tanya ya di pelajaran tambahan.

Michael (13 thn) Waktu aku kelas 6 SD aku pernah ikut les privat pelajaran sekolah. Aku sendiri yang minta les privat, karena aku bisa minta dijelaskan materi yang belum diajarkan di sekolah. Jadi bisa menambah ilmu dan lebih mengerti kalau nanti guru mengajarkan di kelas. Sekarang aku nggak les privat lagi. Tetapi ortu sudah bilang supaya aku les privat lagi. Mungkin karena melihat nilai-nilaiku yang tidak memuaskan, ya. Habis pelajaran di SMP susah-susah.

Kata Guru dan Ortu

Drs Suparno, Wakil Bidang Kurikulum SMP SumbangsihPelajaran tambahan apapun bentuknya, baik itu les privat atau les disekolah itu perlu, supaya anak tidak banyak bermain tapi lebih menguasai pelajarannya. Selain itu juga membiasakan anak untuk mengisi waktu dengan belajar.Lebih baik les privat dengan mendatangkan guru ke rumah. Guru yang datang ke rumah, perhatian guru itu tertuju pada satu anak saja. Hasilnya tentu berbeda dengan yang belajar di kelas.
Selain itu, guru juga harus membuat suasana belajar menjadi enak, sehingga anak menjadi enjoy dengan pelajaran tambahan tersebut.

Isfandiarni, staf peneliti (36 thn) Anak-anakku ikut les privat karena aku anggap pelajaran disekolah masih kurang. Selain itu aku dan suami sibuk, jadi guru privat bisa sekaligus membantu anak-anak jika ada ulangan, ada PR. Hanif M Saleh, karyawan swasta (43 thn)Les privat matematika yang diikutinya sangat membantu. Akhirnya anakku bisa mendapat nilai matematika yang bagus dan masuk ke lab.school. Aku juga heran, kok kalau aku yang mengajar dia nggak ngerti-ngerti sampai aku emosi. Tetapi ketika guru les yang mengajar dia bisa mengerti. Mungkin karena gurunya lebih sabar 'kali yah? Haha...

Jadi, perlukah les, dengan melihat dua kebutuhan tersebut, antara kebutuhan anak dan kebutuhan orangtua. Menurut pakar psikologi pendidikan, Dra. Nurbiana Dhieni, Mpsi., orangtua seharusnya tidak langsung memberikan berbagai macam les kepada anak dengan alasan sekadar mengisi waktu luang anak. Sebelum memutuskan memberi les kepada anak, orangtua harus mempertimbangkan kebutuhan anak mengikuti les. "Jangan sampai membebani anak, karena anak juga butuh bermain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya," jelas Nurbiana.


Sumber: Tabloid Ibu Anak

1 comments:

Amy said...

Thanks for writing this.